Monday, 26. September 2016 - 03:13 Uhr

Liburan Murah ke Bali (Part 1)

Selamat pagi sahabat Chandra Ekajaya. Setelah libur panjang, bagaimana nih kabar kalian? Semoga masih dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa ya! Nah, untuk kali ini sepertinya Saya akan berbagi cerita nih mengenai liburan panjang kali ini. Yang pastinya bisa dijadikan referensi kamu nanti saat liburan mendatang. Well, sebenarnya kemana sih Saya liburan kali ini? Nah, Saya liburan ke Bali! Ya, Bali! Sebuah pulau wisata dengan sejuta keindahannya. Untuk membuktikannya Saya pun langung melakukan eskplorasi gak pake lama!

Sebelum kita berbicara mengenai keindahan bali, yuk kita simak dulu perjalan Saya dari Jakarta menuju Bali. Saya tinggal di sekitar Jakarta Pusat. Ya, untuk mengakses bandara Soekarno Hatta, Chandra Ekajaya memanfaatkan angkutan Damri dari stasiun Gambir. Nah, ongkos ke bandara bisa dibilang cukup murah yakni Rp. 40 ribu saja. Perjalanan dari Gambir menuju bandara Soekarno Hatta ditempuh selama kurang lebih 1 jam. Chandra Ekajaya menggunakan pesawat milik Citilink. Oleh karena itu, Saya turun di terminal 1C.

Sesampainya di terminal 1 C Bandara Soekarno Hatta, Chandra Ekajaya menunggu rekan-rekan lainnya yang sedang dalam perjalanan. Kurang lebih sekitar 15 menit kemudian, rekan-rekan Saya pun akhirnya datang. Kita semua diwajibkan check in dan barang-barang yang dibawa diperiksa terlebih dahulu. Semua alat-alat mulai dari gadget, powerbank, bahkan sampai dengan ikat pinggang harus dilepas dan di scan. Dan yang pasti berhati-hatilah, jangan sampai kalian bergurau tentang bom. Sebab sangat sensitif dan kalian bisa di proses lebih lanjut loh.

Sebelum menuju bandara, Chandra Ekajaya sendiri sudah melakukan check in terlebih dahulu melalui website resmi Citilink. Jadi, Saya sudah mendapatkan nomor kursi terlebih dahulu dibandingkan yang lainnya. Saya memilih kursi nomor 14 yang notabene dekat dengan pintu darurat. Kenapa? Menurut Chandra Ekajaya pintu darurat memiliki leg room yang lebih besar. Jadi bagi orang yang bertubuh besar dan tinggi, tempat duduk tersebut sangat cocok. Meskipun begitu, bagi yang duduk di pintu darurat memiliki tanggung jawab yang lebih besar. Sebab jika terjadi kecelakaan, orang yang dipintu darurat memiliki kewajiban untuk menolong penumpang lainnya terlebih dahulu.

Oke langsung lah kita ke topik utama. Eh ga juga sih. Nah setelah proses check in, Chandra Ekajaya pun langsung memasuki ruang tunggu di C2. Ya, disini merupakan ruang tunggu khusus penumpang Citilink. jam penerbangan Saya cukup pagi yaitu sekitar jam 8. Perjalanan ditempuh secara singkat yakni hanya 1 setengah jam saja. Namun karena adanya perbedaan waktu 1 jam, Saya sampai di bali sekitar pukul jam 11 siang.

Sesampainya di bali, Chandra Ekajaya langsung berkumpul bersama rekan-rekan lainnya untuk berkordinasi terlebih dahulu. Saya sendiri pergi ke bali bukan karena liburan loh. Karena tugas yang diemban oleh kami sebagai seorang jurnalis. ya, kita diundang untuk menghadiri acara akbar Zenvolution yang bergelar di Nusa Dua, Bali. Wah kayanya cerita Saya bakal panjang banget nih. Mungkin dibuat per part aja ya. sekarang part pertama, nah nanti ada part berikutnya! Hehehehe.

Okedeh, mungkin cukup ini saja part satu dari Chandra Ekajaya saat berkunjung ke bali. Nah, nanti cerita petualangan Chandra Ekajaya pastinya akan terus berlanjut kok. Oleh karena itu, terus sering dan wajib baca ya tulisan-tulisan menarik dari saya. Jangan sampai ketinggalan!




Tags: #bali #liburankebali 

16 Views

Your Sidebar

May 2018
Mo
Di
Mi
Do
Fr
Sa
So
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31